HARI SANTRI DI KECAMATAN NGAJUM

IMG-20171017-WA0028IMG-20171017-WA0031Dalam rangka memeriahkan hari santri nasional Tahun 2017, TPQ se kecamatan Ngajum mengadakan Gerak jalan dan santunan bagi anak yatim piatu. kegiatan yang diadakan pada hari minggu tanggal 15 Oktober bertempat di Lapangan Desa Ngajum tersebut di buka oleh Camat Ngajum (Tito Fibrianto)..dalam sambutannya camat berharap agar santri dikecamatan ngajum menjadi pelopor dam pembangunan, terutama dibidang pendidikan.

Di Masjid Sabilillah, Bupati Malang Rendra Kresna Gelorakan Kembali Anti Narkoba

MALANGTIMES – Rabu (7/6/2017) kemarin, cuaca di Desa Ngajum, Kecamatan Ngajum, cukup menusuk kulit.

Setelah diguyur hujan besar selama beberapa jam di sore harinya, kondisi wilayah Ngajum memang cukup membuat enggan orang ke luar rumah.

Tapi, cuaca ternyata tidak bisa menahan ratusan warga Ngajum untuk berduyun-duyun menuju Masjid Sabilillah Ngajum dalam rangka melaksanakan buka bersama dan rangkaian ibadah lainnya bersama Bupati Malang, Dr. Rendra Kresna beserta jajarannya.

“Ada pak Bupati dan pejabat lainnya mas, kami paksakan datang. Ini kesempatan terbatas bagi saya temu beliau-beliaunya untuk bicara,”kata Nasrun Abidin (47), warga Ngajum saat ditemui MALANGTIMES yang bangga bisa bertemu dan berdialog dengan Bupati.

Seperti dalam rangkaian acara Safari Ramadan lainnya, Rendra selalu menekankan konsep silaturahmi dan gorong royong dalam membangun desa kepada ratusan masyarakat yang selalu memenuhi acara.

Tapi, Safari Ramadan di Ngajum ada yang unik dibanding di wilayah lain yang telah didatangi. Rendra dalam sambutannya setelah sholat Tarawih menyisipkan masalah bahaya peredan gelap dan bahaya penyalahgunaan  narkoba serta mengajak seluruh  masyarakat yang hadir untuk  ikut berperan dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) secara maksimal.

“Puasa bisa jadi benteng kita juga dalam membendung godaan narkoba yang kini sudah masuk ke pelosok-pelosok desa. Kita wajib melakukan pencegahan, pemberantasan sesuai dengan fungsi kita,”terang Rendra yang didampingi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang, AKBP. I Made Arjana, kepada sekitar 300 orang yang hadir.

Permasalahan penyalahgunaan narkoba memang semakin memprihatinkan. Setiap tahunnya mengalami peningkatan dan pergeseran pemakai narkoba dalam segi usia.

Data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang di awal tahun 2017, mencatat penyalahguna narkoba didominasi kalangan remaja dan pemuda.

“Total ada 185 orang dengan dominasi pemakai berusia 16-20 tahun sebanyak 108 orang. Ini sangat mengerikan dimana para bandar narkoba  menjadikan pemuda target utamanya,”terang Arjana, Kamis (08/06) kepada MALANGTIMES.

Sisa dari 185 orang penyalahguna narkoba tersebut terdiri dari: 27 orang (usia 11 – 15 tahun),  19 orang (21 – 25 tahun), 8 orang (26 – 30 tahun), 8 orang (31 – 35 tahun), 7 orang (36 – 40 tahun), dan 8 orang (41 – 45 tahun).

“Artinya target para bandar narkoba kepada generasi muda dan produktif. Kalau ini tidak kita lawan bersama-sama, bangsa ini hancur sudah,” ujar Arjana.

Jenis narkoba yang dikonsumsi dan tercatat banyak dipakai oleh para remaja adalah narkoba bentuk pil Double L, obat daftar G sebanyak 155 orang dalam hitungan data di awal tahun 2017.

“Sebab remaja menjadi pengguna narkoba salah satunya  karena harga  narkoba jenis double L  harganya murah. Pakai uang jajan anak SD sudah bisa beli narkoba,”kata Rendra yang mewanti-wanti seluruh orang tua untuk terus mengawasi perkembangan anaknya.

Dia juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengatakan, “Stop Narkoba,” dan ikut secara nyata dalam pergerakan P4GN.

Dari Masjid Sabilillah Ngajum gelora anti narkoba dan penguatan P4GN kembali menyeruak sebagai bentuk perjuangan suci melawan kuku-kuku setan bernama Narkoba.

OLAHAN SERBA IKAN LELE DI DESA MAGUAN KECAMATAN NGAJUM

hqdefaultpembuatan-kerupuk-ikan-lele-600x450Desa Maguan, Kecamatan Ngajum merupakan wilayah peternak lele yang merupakan komoditas primadona budidaya ikan desa setempat. Hal ini membuat kreatifitas tinggi yang ditunjukkan tim penggerak PKK Desa Maguan, mereka bertekad mengembangkan hasil olahan ikan lele secara maksimal.

Para ibu rumah tangga ini punya harapan seluruh jenis hasil olahan produksinya juga dipatenkan dan mempunyai pangsa pasar yang luas.

Nurahna, salah satu anggota TP-PKK Desa Maguan, Kecamatan Ngajum mengaku, dirinya dan sebagian besar anggota TP-PKK Desa Maguan sudah begitu fokus menekuni kegiatan pengolahan berbahan ikan lele. Produk yang dihasilkan diantaranya abon daging lele, keripik daging lele, keripik tulang lele dan kaki naga daging lele. Hampir tiga tahun berjalan, pengembangan produk masih sebatas dipasarkan ke pemesan.

’’Hasil olahan selama ini dipasarkan di lingkup pemesan, sifatnya masih perorangan. Kami ingin mengembangkan usaha ini dengan baik,” terang Nurahna kepada Malang Post.

Ibu berjilbab ini mengatakan, anggota TP-PKK memiliki program yang akan dijalankan dalam upaya mewujudkan pengembangan usaha. Diantaranya, adalah mematenkan produk dengan terdaftar ke Departeman Kesehatan (depkes) melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Malang. Selain itu, mereka melirik Pusat Promosi Kendedes Singosari, milik Pemkab Malang, sebagai salah satu tempat display produksi.

Nurahna sendiri sudah menjalankan kegiatan produksi ini selama tiga tahun terakhir. Dia memanfaatkan hasil produksi ternak ikan lele yang dikelola suaminya Karno, sebagai bahan produk olahan. Diakuinya, pemasaran untuk hasil olahan produksinya tergolong masih belum maksimal. Bahkan, cenderung susah untuk mendapatkan pihak yang siap menerima seluruh jenis produknya.

’’Pemasarannya masih susah. Saya mulai belajar memproduksi dari kegiatan pembelajaran program KKN mahasiswa,” pungkasnya.

(Sumber : Malang Post)

PERESMIAN PABRIK BARU PT.GREENFIELDS INDONESIA DI NGAJUM

download (2)download 

PT Greenfields Indonesia meresmikan pabrik baru di Desa Palaan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang dengan kapasitas produksi 70 juta liter per tahun.

Pabrik ini lebih besar dibanding pabrik lama di Desa Babadan, Kecamatan Ngajum yang mempunyai kapasitas produksi 24 juta liter per tahun.

Total investasi untuk pabrik baru ini mencapai Rp 335 miliar. Rinciannya Rp 235 miliar untuk pembangunan fisik dan Rp 100 miliar untuk modal kerja. Pabrik baru ini menyerap sekitar 100 tenaga kerja lokal.

Dengan beroperasinya pabrik ini, maka produksi pabrik di Babadan akan mulai dikurangi dan dialihkan ke sini. Pabrik ini sepenuhnya untuk pengolahan susu, tanpa ada peternakan. Bahan baku susu dipasok dari peternakan di Babadan dan nantinya juga dari Wlingi.

“Kalau dari Babadan, susu dibawa dengan truk pendingin hanya sekitar 20 menit. Kalau dari Wlingi sekitar 1,5 jam. Masih oke untuk produksi, tidak terlalu lama,” ujar Head of Dairy Manufarturing Southeast Asia PT Greenfields Indonesia, Darmanto Setyawan, Kamis (4/5/2017).

Dengan pabrik baru ini, PT Greenfields mampu melipatgandakan produksi. Selain itu juga akan semakin menguatkan Greenfileds sebagai produsen susu segar nomor satu di Indonesia. Berdasarkan survey Nielsen, Greenfields menguasai 54 persen pasar susu pasteurisasi di Indonesia.

Pabrik baru ini nantinya juga untuk menunjang ekspor ke negara-negara di Asia Tenggara. Yang terbaru adalah Kamboja dan Myanmar.

“Kami akan berupaya masuk ke lebih banyak pasar Internasional,” ujar Managing Director of AustAsia Dairy Groups, Edgar Collins.

Terkait investasi di pabrik Palaan, Collins menyebut angkanya empat kali lipat investasi di Babadan. Pabrik ini diklaim ramah lingkungan, dengan bahan bakar cangkang kelapa sawit dan cangkang kemiri. Bahkan sudah mendapat pengakuand dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, sebagai pabrik yang menerapkan konservasi energi.

Tahun 2016 Pt Greenfields Indonesia mampu meraup laba sebesar Rp 400 miliar. Dengan beroperasinya pabrik baru ini, PT Greenfields menargetkan keuntungan sebesar Rp 500 miliar. Sebab meski sudah punya pabrik baru, peternakan di Wlingi belum menghasilkan susu. Surya Pos, 4 Mei 2017.

RAPAT BERSAMA 3 PILAR PLUS

IMG-20170526-WA0018IMG-20170526-WA0008Dalam rangka meningkatkan sinergitas guna menciptakan Wilayah Kecamatan Ngajum yang aman dan nyaman, maka Muspika Kecamatan Ngajum mengadakan rapat bersama tiga pilar dalam rangka kenyamanan dan keamanan di wilayah kecamatan ngajum.

acara dimaksud dilaksanakan pada hari Jum’at 26 Mei 2016. dihadiri oleh Kepala Desa, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Ketua Ormas

PEMANTAUAN & EVALUASI RASTRA DI KECAMATAN NGAJUM

IMG-20170519-WA0042IMG-20170519-WA0041Dalam rangka pemantauan dan evaluasi pelaksanaan Rastra dikecamatan ngajum kabupaten malang, maka pada hari jum’at 19 Mei 2017 bertempat di aula kantor Kecamatan Ngajum dihadiri biro ekonomi Provinsi Jawa Timur dan Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Malang. cara di buka oleh Bapak Camat Ngajum Hariyono,S.Sos. dalam sambutannya camat ngajum menekankan kepada Kepala Desa agar mendistribusikan kepada warga masyarakat yang memang betul betul membutuhkan.

acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala Desa dan Perangkat Desa yang menangani Rastra.

SANTUNAN ANAK YATIM PIATU

IMG-20170317-WA0028Pada hari Jum’at 17 Maret 2017 bertempat di Gedung Serbaguna Desa Ngajum. telah diadakan santunan bagi 270 anak yatim piatu.

Santunan tersebut diberikan oleh Hj. Jajuk Rendra Kresna selaku ketua TP.PKK Kabupaten Malang. didampingi oleh Ketua TP.PKK Kecamatan Ngajum dan Ketua TP.PKK Desa se Kecamatan Ngajum.

KUNJUNGAN KOMISI A DPRD KABUPATEN MALANG

20170302_10075220170302_10180620170302_101806Dalam rangka monitoring Pelaksanaan APBDes dan Pelaksanaan Pilkades serentak tahun 2017 di Desa Ngajum, Komisi A DPRD Kabupaten Malang diketuai oleh Bapak Darmadi mengadakan kunjungan ke Desa Ngajum. acara dibuka oleh bapak camat ngajum Hariyono,S.Sos. dalam sambutan nya Camat Ngajum menekankan agar Bendahara Desa mengelola keuangan sesuai aturan yang berlaku serta panitia pilkades menanyakan aturan-aturan pilkades kepada anggota Komisi A.

Anggota Komisi A dalam sambutannnya menekan kan kepada Panitia Pilkades agar melaksnakan pilkades sesuai dengan juklak dan perbub.

KUMPUL TIGA PILAR

20161121_090027dalam rangka stabilitas keamanan diwilayah Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang, Muspika Kecamatan Ngajum mengadakan musyawarah tiga pilar pada hari Senin, 21 Nopember 2016 guna membahas isu-isu yang berkembang saat ini.

Musyawarah dibuka oleh sekcam ngajum, dalam sambutannya sekcam mengajak kepada semua elemen masyarakat agar bersama-sama menjaga kerukunan umat beragama.

demikian juga Danramil dan Kapolsek ngajum juga berpesarn kepada kepala desa dan tokoh masyarakat agar menjaga kerukunan umat beragama

acara tersebut dihadiri oleh Kepala Desa, Perangkat Desa Tokoh Agama dan Tokoh Mayarakat.

PELATIKAN PERANGKAT DESA

IMG-20161116-WA0026IMG-20161116-WA0034dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat di Desa Maguan dan dengan berakhirnya masa jabatan Kuwowo di Desa Maguan, maka Kepala Desa Maguan segera mengadakan pengangkatan kuwowo. pada hari Rabu, 16 Nopember 2016 diadakan pengambilan sumpah janji perangkat Desa Jabatan Kuwowo Desa Maguan (sdr Puguh Pribadi), sumpah dan janji di perangkat oleh Kepala Desa Maguan dan di saksikan oleh Muspika Kecamatan Ngajum.

dalam sambutannya camat ngajum menekankan kepada perangkat desa maguan agar lebih disiplin dalam bekerja dan melayani masyarakat.