Blog

0 61

Menghadapi Program Kecamatan Berseri Award 2018. Yang dilaksanakan bulan Oktober 2018. Sehubungan hal tersebut Camat Ngajum mengumpulkan semua karyawan untuk ikut andil dalam mempersiapkan program dimaksud.

Tidak hanya dilingkungan Kantor Kecamatan Ngajum,tapi di seluruh lingkungan kantor UPT, Sekolah, maupun Pemerintahan Desa.

0 49

Pokdarwis WARU Desa Maguan menggagas untuk membangun Sumber Umbulan sebagai Ekowisata diwilayah tersebut.

Dengan sumberdana Dana Desa APBdes tahun anggaran 2018 terwujud wisata alam dan religi umbulrejo tersebut

0 77

Rabu, 30 Mei 2018

Safari Ramadhan kecamatan Ngajum 2018 ini dilaksanakan di Desa Ngasem Kecamatan Ngajum.

Acara dihadiri oleh jajaran Muspika Kecamatan Ngajum,Perangkat Desa Ngasem, Tokoh Agama, Tokoh Agama, serta masyarakat sekitar.

Acara diawali dengan buka bersama di Balai Desa Ngasem, selanjutnya sholat maghrib berjamaah, Sholat isya dan Tarawih di Pimpin oleh KH. Marzuki acara diakhiri dengan penyerahan bantuan perawatan Bangunan Masjid Ponpes Riyadlul Qur’an.

0 81

Kecamatan Ngajum berencana akan mengadakan safari Ramadhan 2018 yang rencananya dilaksanakan di Desa Palaan, Desa Ngasem, dan Desa Kranggan.

Safari Ramadhan kali ini bertujuan untuk lebih mendekatkan pemerintah tingkat Kecamatan Ngajum dengan masyarakat sekitar.

0 103

Tidak bisa dipungkiri daerah perdesaan saat ini mulai melakukan kemajuan diberbagai bidang. Salah satu yang cukup terlihat adalah perekonomian yang semakin meningkat. Peningkatan ini tidak bisa dipungkiri karena banyak usaha-usaha yang ada di perdesaan mulai ramai. Bahkan aada yang keluar Daerah.
Usaha yang dilakukan masyarakat perdesaan dapat berkembang karena usaha yang gigih dan terus melakukan Inovasi terhadap usaha yang digeluti. Selain itu penambahan modal juga menjadi factor bias berkembangnya suatu usaha agar bisa menjadi besar. Penambahan modal tersebut salah satunya di dapat masyarakat dari Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang. UPK Kecamatan Ngajum terbentuk, pada awalnya organisasi ini terbentuk karena adanya program pemerintah yaitu PNPM Mandiri Perdesaan. PNPM Mandiri Perdesaan bertujuan untuk mempercepat pengurangan kemiskinan yang ada di Desa PNPM Mandiri perdesaan dalam pelaksanaannya menggunakan System Buttom Up dan bukan Top Down yang berarti kebijakan yang diambil oleh pemerintah berdasarkan usulan dari unsur masyarakat yang paling bawah dengan melibatkan semua unsur masyarakat dengan memprioritaskan manfaat bagi Rumah Tangga Miskin. Ada dua 3 bidang atau sasaran yang termasuk dalam PNPM Mandiri Perdesaan yaitu: bidang infrastruktur, bidang sosial dan bidang ekonomi.
Secara garis besar Tugas Utama UPK pada awalnya yaitu mengelola operasional kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan dan membantu Badan Koordinasi Antar Desa (BKAD) dalam mengkoordinasikan pertemuan pertemuan di tingkat Kecamatan. UPK Kecamatan Ngajum kepengurusannya terdiri dari: Ketua, Sekretaris, Bendahara dan Kasir. Pengurus UPK berasal dari masyarakat di wilayah kecamatan Ngajum yang di pilih masyarakat berdasarkan Hasil Seleksi ataupun Musyawarah.
Dalam perkembangannya tahun 2014 PNPM Mandiri Perdesaan sudah tidak diperpanjang lagi oleh Pemerintah, sehingga tugas UPK saat ini untuk mengelola dana eks PNPM MP yang berada di Masyarakat. Hal ini sesuai dengan Surat dari Mendes Nomor 5.074/M-DPDTT/02/2017 tertanggal 6 Februari 2017 tentang Rekapitulasi Dana Perguliran dan Aset lain Pasca PNPM- Mandiri Pedesaan sampai Desember 2016. Isi surat tersebut antara lain meminta bupati di lokasi PNPM-MPd memerintahkan kepada Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat melakukan tiga hal, yakni pertama, mendata posisi terakhir neraca dana bergulir per Desember 2016 dan aset lain yang dikelola oleh UPK di tiap kecamatan. Kedua adalah tetap melaksanakan pembinaan dan mekanisme tata kelola perguliran oleh UPK dan lembaga pendukung lain, sesuai dengan standar operasional dan prosedur, serta sesuai dengan petunjuk operasional. Ketiga adalah kegiatan perguliran dana atau kegiatan lain yang bersifat antardesa, tetap dikelola melalui UPK di bawah Badan Kerjasama Antar Desa dengan melalui musyawarah antardesa.
Sesuai surat tersebut UPK Kecamatan Ngajum melaksanakan Amanat yang telah diberikan untuk mengelola dana eks PNPM. Keberhasilan UPK PNPM Kecamatan Ngajum Antara lain mampu melayani Masyarakat untuk meningkatkan perekonomian dengan cara peminjaman Modal dengan tanpa Agunan. Hal ini membantu masyarakat yang bermodal kecil dan tidak mempunyai Agunan/ Jaminan untuk bias terus mengembangkan usahanya. Selain itu peminjaman yang diberikan UPK Kecamatan Ngajum menggunakan system Tanggung Renteng dalam artian pengajuan Pijaman secara berkelompok.
Menurut Nurul sebagai salah satu nasabah UPK Kecamatan ngajum. Keberadaan UPK sangat membantunya dalam mengembangkan usaha selain tanpa agunan jasa yang dibebankan juga tidak terlalu tinggi. Itulah alasan mengapa dia pinjam di UPK hingga saat ini.
Keberhasilan UPK Kecamatan Ngajum Menurut Fitria Dwi Susanti selain terus bertambahnya pemanfaat UPK bias mempunyai gedung sendiri sebagai hasil dari kegiatan yang dilaksanakan. Dengan adanya gedung sendiri UPK Kecamatan Ngajum diharapka kedepannya bisa membantu mendobrak ekonomi lokal.
Itulah sekelumit tentang UPK Kecamatan Ngajum yang terus mengalami pekembangan. Semoga tetap jaya dan terus bias bermanfaat bagi warga kecamatan ngajum pada umumnya.

0 190

IMG-20171017-WA0028IMG-20171017-WA0031Dalam rangka memeriahkan hari santri nasional Tahun 2017, TPQ se kecamatan Ngajum mengadakan Gerak jalan dan santunan bagi anak yatim piatu. kegiatan yang diadakan pada hari minggu tanggal 15 Oktober bertempat di Lapangan Desa Ngajum tersebut di buka oleh Camat Ngajum (Tito Fibrianto)..dalam sambutannya camat berharap agar santri dikecamatan ngajum menjadi pelopor dam pembangunan, terutama dibidang pendidikan.

0 241

MALANGTIMES – Rabu (7/6/2017) kemarin, cuaca di Desa Ngajum, Kecamatan Ngajum, cukup menusuk kulit.

Setelah diguyur hujan besar selama beberapa jam di sore harinya, kondisi wilayah Ngajum memang cukup membuat enggan orang ke luar rumah.

Tapi, cuaca ternyata tidak bisa menahan ratusan warga Ngajum untuk berduyun-duyun menuju Masjid Sabilillah Ngajum dalam rangka melaksanakan buka bersama dan rangkaian ibadah lainnya bersama Bupati Malang, Dr. Rendra Kresna beserta jajarannya.

“Ada pak Bupati dan pejabat lainnya mas, kami paksakan datang. Ini kesempatan terbatas bagi saya temu beliau-beliaunya untuk bicara,”kata Nasrun Abidin (47), warga Ngajum saat ditemui MALANGTIMES yang bangga bisa bertemu dan berdialog dengan Bupati.

Seperti dalam rangkaian acara Safari Ramadan lainnya, Rendra selalu menekankan konsep silaturahmi dan gorong royong dalam membangun desa kepada ratusan masyarakat yang selalu memenuhi acara.

Tapi, Safari Ramadan di Ngajum ada yang unik dibanding di wilayah lain yang telah didatangi. Rendra dalam sambutannya setelah sholat Tarawih menyisipkan masalah bahaya peredan gelap dan bahaya penyalahgunaan  narkoba serta mengajak seluruh  masyarakat yang hadir untuk  ikut berperan dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) secara maksimal.

“Puasa bisa jadi benteng kita juga dalam membendung godaan narkoba yang kini sudah masuk ke pelosok-pelosok desa. Kita wajib melakukan pencegahan, pemberantasan sesuai dengan fungsi kita,”terang Rendra yang didampingi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang, AKBP. I Made Arjana, kepada sekitar 300 orang yang hadir.

Permasalahan penyalahgunaan narkoba memang semakin memprihatinkan. Setiap tahunnya mengalami peningkatan dan pergeseran pemakai narkoba dalam segi usia.

Data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang di awal tahun 2017, mencatat penyalahguna narkoba didominasi kalangan remaja dan pemuda.

“Total ada 185 orang dengan dominasi pemakai berusia 16-20 tahun sebanyak 108 orang. Ini sangat mengerikan dimana para bandar narkoba  menjadikan pemuda target utamanya,”terang Arjana, Kamis (08/06) kepada MALANGTIMES.

Sisa dari 185 orang penyalahguna narkoba tersebut terdiri dari: 27 orang (usia 11 – 15 tahun),  19 orang (21 – 25 tahun), 8 orang (26 – 30 tahun), 8 orang (31 – 35 tahun), 7 orang (36 – 40 tahun), dan 8 orang (41 – 45 tahun).

“Artinya target para bandar narkoba kepada generasi muda dan produktif. Kalau ini tidak kita lawan bersama-sama, bangsa ini hancur sudah,” ujar Arjana.

Jenis narkoba yang dikonsumsi dan tercatat banyak dipakai oleh para remaja adalah narkoba bentuk pil Double L, obat daftar G sebanyak 155 orang dalam hitungan data di awal tahun 2017.

“Sebab remaja menjadi pengguna narkoba salah satunya  karena harga  narkoba jenis double L  harganya murah. Pakai uang jajan anak SD sudah bisa beli narkoba,”kata Rendra yang mewanti-wanti seluruh orang tua untuk terus mengawasi perkembangan anaknya.

Dia juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengatakan, “Stop Narkoba,” dan ikut secara nyata dalam pergerakan P4GN.

Dari Masjid Sabilillah Ngajum gelora anti narkoba dan penguatan P4GN kembali menyeruak sebagai bentuk perjuangan suci melawan kuku-kuku setan bernama Narkoba.

0 297

hqdefaultpembuatan-kerupuk-ikan-lele-600x450Desa Maguan, Kecamatan Ngajum merupakan wilayah peternak lele yang merupakan komoditas primadona budidaya ikan desa setempat. Hal ini membuat kreatifitas tinggi yang ditunjukkan tim penggerak PKK Desa Maguan, mereka bertekad mengembangkan hasil olahan ikan lele secara maksimal.

Para ibu rumah tangga ini punya harapan seluruh jenis hasil olahan produksinya juga dipatenkan dan mempunyai pangsa pasar yang luas.

Nurahna, salah satu anggota TP-PKK Desa Maguan, Kecamatan Ngajum mengaku, dirinya dan sebagian besar anggota TP-PKK Desa Maguan sudah begitu fokus menekuni kegiatan pengolahan berbahan ikan lele. Produk yang dihasilkan diantaranya abon daging lele, keripik daging lele, keripik tulang lele dan kaki naga daging lele. Hampir tiga tahun berjalan, pengembangan produk masih sebatas dipasarkan ke pemesan.

’’Hasil olahan selama ini dipasarkan di lingkup pemesan, sifatnya masih perorangan. Kami ingin mengembangkan usaha ini dengan baik,” terang Nurahna kepada Malang Post.

Ibu berjilbab ini mengatakan, anggota TP-PKK memiliki program yang akan dijalankan dalam upaya mewujudkan pengembangan usaha. Diantaranya, adalah mematenkan produk dengan terdaftar ke Departeman Kesehatan (depkes) melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Malang. Selain itu, mereka melirik Pusat Promosi Kendedes Singosari, milik Pemkab Malang, sebagai salah satu tempat display produksi.

Nurahna sendiri sudah menjalankan kegiatan produksi ini selama tiga tahun terakhir. Dia memanfaatkan hasil produksi ternak ikan lele yang dikelola suaminya Karno, sebagai bahan produk olahan. Diakuinya, pemasaran untuk hasil olahan produksinya tergolong masih belum maksimal. Bahkan, cenderung susah untuk mendapatkan pihak yang siap menerima seluruh jenis produknya.

’’Pemasarannya masih susah. Saya mulai belajar memproduksi dari kegiatan pembelajaran program KKN mahasiswa,” pungkasnya.

(Sumber : Malang Post)