Di Masjid Sabilillah, Bupati Malang Rendra Kresna Gelorakan Kembali Anti Narkoba

MALANGTIMES – Rabu (7/6/2017) kemarin, cuaca di Desa Ngajum, Kecamatan Ngajum, cukup menusuk kulit.

Setelah diguyur hujan besar selama beberapa jam di sore harinya, kondisi wilayah Ngajum memang cukup membuat enggan orang ke luar rumah.

Tapi, cuaca ternyata tidak bisa menahan ratusan warga Ngajum untuk berduyun-duyun menuju Masjid Sabilillah Ngajum dalam rangka melaksanakan buka bersama dan rangkaian ibadah lainnya bersama Bupati Malang, Dr. Rendra Kresna beserta jajarannya.

“Ada pak Bupati dan pejabat lainnya mas, kami paksakan datang. Ini kesempatan terbatas bagi saya temu beliau-beliaunya untuk bicara,”kata Nasrun Abidin (47), warga Ngajum saat ditemui MALANGTIMES yang bangga bisa bertemu dan berdialog dengan Bupati.

Seperti dalam rangkaian acara Safari Ramadan lainnya, Rendra selalu menekankan konsep silaturahmi dan gorong royong dalam membangun desa kepada ratusan masyarakat yang selalu memenuhi acara.

Tapi, Safari Ramadan di Ngajum ada yang unik dibanding di wilayah lain yang telah didatangi. Rendra dalam sambutannya setelah sholat Tarawih menyisipkan masalah bahaya peredan gelap dan bahaya penyalahgunaan  narkoba serta mengajak seluruh  masyarakat yang hadir untuk  ikut berperan dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) secara maksimal.

“Puasa bisa jadi benteng kita juga dalam membendung godaan narkoba yang kini sudah masuk ke pelosok-pelosok desa. Kita wajib melakukan pencegahan, pemberantasan sesuai dengan fungsi kita,”terang Rendra yang didampingi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang, AKBP. I Made Arjana, kepada sekitar 300 orang yang hadir.

Permasalahan penyalahgunaan narkoba memang semakin memprihatinkan. Setiap tahunnya mengalami peningkatan dan pergeseran pemakai narkoba dalam segi usia.

Data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang di awal tahun 2017, mencatat penyalahguna narkoba didominasi kalangan remaja dan pemuda.

“Total ada 185 orang dengan dominasi pemakai berusia 16-20 tahun sebanyak 108 orang. Ini sangat mengerikan dimana para bandar narkoba  menjadikan pemuda target utamanya,”terang Arjana, Kamis (08/06) kepada MALANGTIMES.

Sisa dari 185 orang penyalahguna narkoba tersebut terdiri dari: 27 orang (usia 11 – 15 tahun),  19 orang (21 – 25 tahun), 8 orang (26 – 30 tahun), 8 orang (31 – 35 tahun), 7 orang (36 – 40 tahun), dan 8 orang (41 – 45 tahun).

“Artinya target para bandar narkoba kepada generasi muda dan produktif. Kalau ini tidak kita lawan bersama-sama, bangsa ini hancur sudah,” ujar Arjana.

Jenis narkoba yang dikonsumsi dan tercatat banyak dipakai oleh para remaja adalah narkoba bentuk pil Double L, obat daftar G sebanyak 155 orang dalam hitungan data di awal tahun 2017.

“Sebab remaja menjadi pengguna narkoba salah satunya  karena harga  narkoba jenis double L  harganya murah. Pakai uang jajan anak SD sudah bisa beli narkoba,”kata Rendra yang mewanti-wanti seluruh orang tua untuk terus mengawasi perkembangan anaknya.

Dia juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengatakan, “Stop Narkoba,” dan ikut secara nyata dalam pergerakan P4GN.

Dari Masjid Sabilillah Ngajum gelora anti narkoba dan penguatan P4GN kembali menyeruak sebagai bentuk perjuangan suci melawan kuku-kuku setan bernama Narkoba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>